Penjebakan NN Jelang Pilkada Menggerus Elektabilitas Partai

Oleh : Agusto Sulistio*

Dugaan keberpihakan Ketua DPD Gerindra Sumbar kepada salah satu Bacagub dari Gerindra tak dapat ditutupi. Jika dugaan itu benar justru akan memecah suara Gerindra. Ketua DPD baiknya bersikap netral dan tak dominan memihak ke salah satu Bacagub, mengingat juga ada beberapa Kader Gerindra yang juga maju sebagai Bacagub Sumbar. Kandidat tersebut memiliki basis massa di Sumbar.

Jangan sampai kemudian muncul asumsi bahwa dimunculkannya Ketua DPD Gerindra Sumbar yang baru merupakan representasi DPP Gerindra untuk memenangkan salah satu Bacagub yang didasari oleh kepentingan finansial semata.

Kemudian posisi Ketua DPD Gerindra Sumbar yang masih menyisakan persoalan di akar rumput terkait inisitifnya penjebak NN (PSK) di salah satu kamar Hotel di Kota Padang masih terus menjadi perbincangan publik. Ditambah keputusan MKD DPR-RI Gerindra yang menyatakan tindakan itu tidak menyalahi aturan, tentu akan semakin menggerus suara partai, khususnya di Pilkada Sumbar yang merupakan basis kuat Prabowo-Sandi di Pulau Sumatera pada Pilpres 2019.

Disisi lain posisi POLRI atas sikapnya yang belum mengeluarkan status yang diharapkan publik atas tindakan penjebakan NN, tentu bisa semakin meyakini publik bahwa Hukum belum berdiri tegak.

Oleh karena harapan masyarakat luas publik atas kasus penjebakkan NN belum terpenuhi, maka secara politik dugaan dukungan keberpihakan Ketua DPD Gerindra Sumbar kepada salah satu kandidat Bacagub Sumbar akan merugikan elektabilitas Partai juga Kandidat itu sendiri.

Dalam konteks Politik, jelang Pilkada Sumbar, bahwa carut marut itu menambah daftar panjang kekecewaan masyarkat Sumbar pada khususnya, dan bisa melahirkan kesadaran publik yang dimaknai sebagai transformasi politik.

Maka, jika transformasi politik itu terjadi secara signifikan di Sumbar tidak mustahil perubahan perpolitikan nasional dapat terwujud. Hal itu mengingat sejarah politik panjang Sumbar yang ditandai banyaknya tokoh besar yang lahir dari Sumbar serta kekuatan idiologis, kultural dan agamis yang terbukti sejak lama.

Dalam perkembangannya saat ini, bahwa nilai-nilai itu tak terwujud dalam pelaksanaan pemilu, masih terjadi praktek kecurangan, manipulasi yang bertentangan dengan nilai keluhuran bangsa. Peningkatan kekecewaan publik semakin besar. Praktek keberpihakan negara kepada praktek oligarki terus mendominasi di mana-mana. Investor mengendalikan negara dan rakyat semakin jauh dari dari daulat dan kuasa.

Pilkada tidak lagi menjadi menarik dan dianggap tak memberi solusi bagi perbaikan rakyat. Keadaan ini dapat dilihat dari penurunan jumlah pemilih dalam Pilkada (berbagai data KPU).

Disisi lain Pilkada merupakan amanah UU dan harus berlangsung. Karenanya jangan sampai pelaksanaan demokrasi dimonopoli oleh kekuatan investor, oligarki. Apapun kekurangan dan hambatan Pilkada harus berjalan secara mandiri bebas dari kepentingan oligarki dan kelompok politik sempit. Kesemuanya guna menjamin Pilkada berjalan dengan netral, dimulai dari munculnya Bacagub yang berkualitas lewat seleksi yang ketat, berkualitas bukan semata karena mencari uang dan jabatan.

Jika sistem rekruitmen Bacagub Sumbar sudah tak lagi berpegang pada nilai-nilai leluhur Sumatera Barat yang selalu memihak kepada kesejahteraan masyarakat Minang, maka Sumber Daya Alam & Manusia Sumbar yang sangat potensial akan dieksploitasi oleh investor, oligarki untuk kemakmuran kelompoknya yang pada akhirnya rakyat hanya dijadikan alat produksi yang hanya sekedar diberi pelumas dan bahan bakar.

Transformasi Politik Sumbar

Pilkada Sumbar kedepan akan menjadi moment yang sangat penting dan sangat menentukan Sumbar kedepan. Transformasi politik masyarakat Sumbar menuju kesadaran & kemandirian Politik sangat diperlukan.

Transformasi kesadaran politik menuju kemandirian Politik Sumbar perlu dimuncul dalam Pilkada Sumbar 2020.

Hal itu berdasarkan peristiwa politik sebelumnya pasca Pilpres 2019. Geo politik Sumbar merupakan basis oposisi terkuat setelah beberapa Provinsi di Pulau Jawa.

Koalisi Gerindra dengan kekuasaan dan tidak direalisasikannya Itijma Ulama oleh Ketua Umum Gerindra tentu merupakan variabel kuat terjadinya pergeseran geo politik Sumbar kedepan. Belum lagi ditambah persoalan-persoalan politik lokal, seperti langkah Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat seperti diatas tentu akan semakin menambah daftar panjang kekecawaan kader & simpatisan. Disisi lain akan semakin mempercepat terjadinya transformasi kesadaran dan kemandirian Politik Sumbar yang lebih baik.

Koalisi Jokowi – Prabowo di Pilkada Sumbar

Dalam politik tak ada kawan abadi yang ada adalah kepentingan. Untuk menutupi berbagai kemungkin perubahan politik publik. Tidak menutup kemungkinan dibentuk koalisi Prabowo – Jokowi dalam Pilkada Sumbar. Indikasi itu dapat dilihat dari banyak langkah politik berbagai parpol jelang Pilkada Sumbar. Salah satunya tarik ulur proses kasus pelaku penjebakkan NN di sebuah kamar Hotel di Padang.

Masyarakat Sumbar yang dikenal kuat dengan nilai ke-Islaman, adat serta memiliki sejarah politik yang panjang juga banyak melahirkan tokoh politik nasional tentu tak mudah disuguhkan dengan manuver politik kepentingan kelompok.

Koaliasi penguasa tentu sulit dapat meraih cara pandang masyarakat Sumbar yang berpegang pada nilai keadilan & kebenaran. Kekuatan oposisi yang terbukti dominan pada Pilpres 2019 di Sumbar akan mencari jalannya sendiri dengan terus mencari sosok pemimpin Sumbar yang tidak tersandra kepentingan kekuasaan yang jelas terlihat publik tidak memihak rakyat.

Politik Sumbar kedepan akan ditentukan oleh kesadaran politik masyarakatnya bukan ditentukan oleh tokoh yang tidak berpihak nilai-nilai kebenaran hidup yang hakiki. Sejarah kesadaran dan kebangkitan Politik orang Sumbar telah banyak dibuktikan, hingga melahirkan tokoh besar nasional yang tercatat dalam sejarah perjalanan perjuangan bangsa Indonesia.

Selamat bertransformasi Politik jelang Pilkada Sumbar Tahun 2020.

 

*Jaringan aktivis ProDem, eks Aktivis PIJAR, eks Ketua GM-FKPPI Candisari Semarang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *