Penangkapan Wahyu Setiawan bisa buka Mesteri Kinerja KPU?

Catatan Jumat 9 Pagi

Penangkapan Wahyu Setiawan bisa buka Mesteri Kinerja KPU?

Oleh: Muslim Arbi
Direktur Gerakan Perubahan (GarpU)

Penangkapan melalui OTT oleh KPK atas komisioner KPU Wahyu Setiawan bisa membuka misteri kenerja KPU selama ini.

Memanag penangkapan ini di klaim sebagai masalah pribadi saat Wahyu Setiawan kirim surat terbuka kepada publik dan pimpinan KPU seraya minta maaf.

Tapi kalau di amati pengakuan staf Hasto Kristiyanto sekjen PDIP yang sebutkan uang suap dari Hasto, maka penangkapan oleh KPK ini bisa membuka misteri KPU selama ini.

Apalagi peran Wahyu Setiawan sebagai Komisioner KPU pada pilpres 2019 lalu cukup berpengaruh atas keputusan KPU. Dalam berbagai kesempatan Wahyu setiawan terlihat sangat getol bela capres no 01 saat debat Capres. Terutama pada dugaan bocoran materi debat yang diprotes oleh tim 02. Seharus nya sebagai komisioner KPU yang independen tidak perlu perlihatkan pembelaan terhadap paslon (pasangan calon) siapa pun. Terlihat sikap Wahyu Setiawan itu seperti di aminkan oleh Ketua dan Komisioner KPU lain nya. Padahal tudingan bocoran materi sesuatu yang tidak boleh terjadi.

Publik patut bertanya setelah penangkapan kpk ini. Membocorkan materi debat itu dapat berapa? Dan kenapa KPU seolah diam saja atas hal ini?

Terkait pengakuan Uang Suap dari anak buah Hasto dan desakan agar Hasto di periksa, dan bila di kaitkan dengan posisi PDIP sebagai partai pemenang dan mendukung Jokowi-Makruf sebagai Capres PDIP dan Koalisi nya, rasa nya tindakan ini bisa mengindikasikan suap menyuap itu seolah halal di lakukan oleh PDIP? Dan selama ini banyak kader PDIP sebagai Kepala Daerah yang di cocok KPK atas kasus2 korupsi mereka.

Dalam hal pergantian anggota DPR yang skala nya lebih kecil saja bisa di lakukan dengan suap menguap apalagi dalam hal pilpres yang skala nya lebih besar, memilih Presiden dan Wakil nya?

Saat Pilpres 2019 terjadi Protes atas kinerja KPU dalam sejumlah hal terkait dengan Data Pemilih Illegal 17,5 juta, kematian 700 anggota PPK, desakan audit forensik atas kinerja KPU. Tapi semua nya KPU tidak bergeming dan diam seribu bahasa. Publik anggap KPU mendapatkan sesuatu dari Capres yang di menangkan.
Kasus Komisioner KPU Wahyu Setiawan dapat dianggap sebagai indikasi ke arah itu.

Tidak ada kejahatan yang sempurna. Cepat atau lambat kejahatan itu akan terkuak.
Penangkapan Wahyu Setiawan ini dapat melegitimasi pendapat Publik pada kinerja KPU yang selama ini.

Jangan2 KPU memang terima suap untuk memenangkan Paslon tertentu dari Kalangan tertentu dan abaikan proses dan prosedur tahan demokrasi yang sedang di jalani Bangsa ini.

Wallahu’alam

Sawangan, Depok
09 Januari 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *