Mewaspadai LockDown Pada Jaringan Internet

Oleh : Agusto – Pegiat Sosmed

Lockdown yang terjadi saat ini tidak membuat kita terlalu terasa sepi, karena aktivitas masih bisa dilakukan melalui internet, apakah itu sosmed : WA, Twitter, FB, dll. Akan lebih sepi dan mencekam lagi jika juga terjadi listrik dll serta kelangkaan berbagai energi.

Virus tak saja terdapat pada makanan, minuman. Namun virus juga ada dalam computer informasi data base berbasis internet. Bicara virus computer, bahwa hal ini sudah ada sejak lama, sekitar beberapa tahun internet muncul di pertengahan era 1997. Saat itu virus computer belum menyerang jaringan data berbasis internet.

Jaman itu, virus computer yang sangat mengganggu usernya adalah virus *Trojan.* Virus ini awalnya hanya menyerangan data / file user.

Seiring perkembangannya Virus Trojan tak lagi menyerang data namun juga menyerang sistem, jaringan LAN internal.

Virus trojan itu sengaja dibuat untuk mengganggu user. Dan untuk terbebas dari serangan Trojan, maka dibuat virus anti Trojan. Tentu untuk memiliki anti Trojan harus merogoh kantong user.

Dari pengalaman masa lalu, perjalanan perkembangan computer, virus computer alami banyak perkembangan. Saling serang dan tangkis pun saat itu diciptakan oleh para programmer handal. Kata kuncinya bahwa soal virus computer tak ada yang hebat, karena tiap virus yang dibuat pasti ada penangkalnya. Diatas langit masih ada langit.

Dari pengalaman itu, saya mewaspadai akan terjadinya virus baru yang akan menyerang jaringan informasi berbasis internet. Dan virus ini jauh lebih dahsyat dari sebelumnya, memiliki kerusakan yang sangat luar dan berakibat terjadinya kelumpuhan informasi dibasis internet.

Bisa kita bayangkan jika itu terjadi? LockDown akibat virus Corona sudah membuat kita semua sulit dan terkungkum. Namun keadaan itu masih kita rasakan agak nyaman, sebab kehidupan kedua yakni dunia Maya masih dapat kita akses. Apa jadinya dan sepinya jika jaringan informasi berbasis teknologi (sosmed) pun alami *LockDown*.

Selanjutnya keadaan akan masuk ke tahapan mencekam, yakni sumber energi lumpuh, kemudian diikuti sumber minuman, pangan dan obat-obatan.

Dewasa ini tak ada sektor usaha yang memenuhi kebutuhan massal tidak menggunakan digital informasi berbasis internet. Hampir semua sektor menggunakan jasa layanan informasi berbasis internet guna kelancaran produksinya.

Dari pandangan diatas, ada baiknya Pemerintah segera mengambil langkah strategik guna antisipasi jika kekhawatiran yang ditulis diatas terjadi.

Sudah saatnya Indonesia merancang sistem informasi berbasis internet secara mandiri, yang tidak tergantung dengan pihak asing. Saat ini warga Dunia guna kelancaran aktivitas masih andalkan Google.

  • Anggara pada sektor ini harus ditingkatkan. Rekruitmen generasi muda yang beroeritasi pada tekhnologi perlu di focuskan dan ditingkatkankan peran dan kelanjutannya, seiring dengan kebutuhan dan kemajuan jaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *