Oleh: Swary Utami Dewi

Tim Penggerak Percepatan Perhutanan Sosial KLHK.

 

E-learning atau belajar jarak jauh online “Perhutanan Sosial” (PS) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dipandang sebagai satu terobosan belajar digital di masa pandemi Covid19 ini. E-learning ini digelar sejak 27 April 2020 lalu dan hingga minggu ke-3 tanggal 15 Mei 2020, e-training gratis ini telah diikuti total sekitar 1.500 peserta. Rencananya, sampai Juni nanti akan bisa dilatih sampai 3.000 peserta.

Pelatihan jarak jauh ini sendiri berasal dari perwakilan kelompok petani hutan yang sudah mendapatkan legalitas PS, beserta pendamping, baik dari unsur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), bakti rimbawan maupun penyuluh kehutanan. Sejauh ini belajar jarak jauh via zoom dan LMS ini berjalan baik. Hambatan yang sesekali muncul, khususnya menyangkut hal-hal teknis seputar internet dan cara mengakses Learning Management System (LMS), bisa diatasi dengan baik oleh tim teknis yang selalu bekerja keras. Para “tim belakang layar” tersebut berjibaku baik pada masa persiapan dan pra-pelatihan, saat pelatihan dan penyelesaian tugas peserta, sampai masa penutupan dan evaluasi.

Tim teknis yang terlibat intens adalah Balai Diklat (BD) di 7 wilayah dan Pusdiklat dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) serta Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Direktorat Jendral PSKL di 5 wilayah. Semua saling dukung melakukan kerja-kerja ciamik dan canggih ini. Dalam tahap persiapan dan pra-pelatihan, beberapa kerja yang dilakukan di antaranya adalah mengkonfirmasi peserta, mengelompokkan dan membagi peserta dalam beberapa angkatan. Lalu tim kerja menyiapkan dan melatih peserta untuk bisa nyaman dan mampu mengakses serta menggunakan perangkat zoom dan LMS. Tidak jarang, para admin yang memiliki tugas teknis/operasional ini langsung melatih satu persatu peserta dari awal, mulai dari bagaimana cara mengunduh aplikasi zoom sampai mencoba menggunakannya.

Lihatkan beberapa contoh komentar para peserta saat mencoba terobosan baru e-learning ini.

“Pak, bagaimana cara masuk Learning Management System (LMS)?”
“Waduh, ini saya tidak tahu cara upload tugas?”
“Bu, sinyal saya hilang timbul…”

Selain melatih satu persatu peserta hingga mumpuni, tim tangguh ini juga melatih peserta untuk bisa mengakses LMS, seperti tergambar di atas. Semua harus dipastikan mampu mengoperasikan dua perangkat dan sistem digital yang menjadi media teknologi utama para peserta selama empat hari pelatihan.

Tidak hanya peserta yang mula-mula gagap dan bingung, tutorpun perlu dilatih untuk mampu dan nyaman mengoperasikan dan mengakses keduanya. Maklum, e-learning merupakan hal baru bagi semua. Dengan sabar para admin juga melayani tutor yang membutuhkan bantuan.

Tim teknis ini sebelumnya juga membantu memastikan semua bahan ajar, bahan tes, dan lembar evaluasi tersedia dengan baik di LMS. Tim juga mengkoordinasi jadwal dan kesiapan para tutor supaya tidak tabrakan satu sama lainnya.

Kemudian, pelatihanpun digelar selama 4 hari paralel untuk beberapa angkatan di setiap gelombang. Dalam setiap angkatan, sekitar 30 peserta hadir. Di sini, kembali tim belakang layar menjadi tulang punggung. Para admin pertama-tama memastikan agar peserta masuk kelas dan komunikasi tidak terhambat oleh gangguan sinyal. Kemudian admin juga bertugas memantau serta memastikan lalu lintas komunikasi lancar selama kelas berjalan. Mereka juga membantu mengunggah bahan tayang para tutor ke layar. Pendek kata, selama tutorial berjalan, penanggung jawab kelas dan admin memastikan semua berlangsung mulus.

Lalu masuk waktu paska kelas selesai. Paska tutorial merupakan waktu di mana peserta pelatihan diminta untuk belajar mandiri. Di sini, peserta membuat tugas, mengunggah hasil tugasnya, mengunduh modul untuk hari berikutnya, mengisi lembar evaluasi dan hal-hal terkait lainnya. Peserta musti bekerja sigap, dengan tetap didukung oleh tim penanggung jawab dan admin, agar semua tugas diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

“Paska tutorial ini yang tidak ringan. Di saat ini kita memonitoring tugas peserta apakah sudah selesai atau belum, dan kemudian mengecek dan memastikan semua tugas peserta masuk ke LMS. Sesudah ini selesai semua, baru kita bisa rehat. Lega rasanya saat semua berhasil masuk LMS,” jelas Aidil Akbar, salah seorang admin yang bertugas di Balai Diklat Makassar.

Akhirnya tibalah pada hari ke-4, di mana sesudah dua kelas pagi selesai, peserta menjalani tes akhir dan memfinalisasi tugas kelompoknya dalam bentuk penulisan rencana tindak lanjut. Siangnya dilaksanakan penutupan dan esok hari semua peserta yang telah memenuhi syarat bisa mengunduh sertifikatnya dari LMS. Lagi-lagi di sini, tim pendukunglah yang memastikan semua berjalan seperti yang diharapkan sampai semua peserta mendapatkan e-certifate masing-masing.

Beratkah tugas tersebut? Dua orang admin dan seorang penanggung jawab angkatan dari BD Makassar mengatakan ini memang bukan tugas ringan. Ada banyak hal baru yang dipelajari, yakni hal-hal teknis digital. Dipadukan dengan tugas berkomunikasi dengan peserta agar peserta bisa nyaman dan tetap bersemangat. Belum lagi tugas-tugas teknis, koordinasi dan manajerial lainnya. “Pendeknya tugas ini menantang,” ujar Maria Klara Dhika Ayu Utaminingtyas, salah seorang admin perempuan tangguh dari Balai Diklat Makassar.

Sampai 3 minggu gelombang pelatihan digelar, semua berjalan relatif lancar. Jikapun ada kendala kecil misalnya sinyal hilang timbul, akhirnya bisa diatasi. Jika kantuk menyerang, di sela-sela kesibukan, admin berusaha tidur sejenak untuk memastikan dalam waktu singkat bisa siap bertugas optimal kembali. Jika ada peserta yang terlambat mengumpulkan tugas, pendekatan sabar dan senyum diberikan para tim kerja ini kepada para peserta. Pendeknya, semua siap dilakukan, semua bisa dikerjakan. Ringkasnya, di balik semua tantangan di atas, terbukti tim belakang layar LHK ini memiliki kinerja baik. Terbukti bahwa dengan kerjasama, kesabaran, empati dan semangat, semua bisa dilaksanakan dengan baik. Patut diacungi jempol untuk kerja keras ikhlas para kru di balik layar ini dalam mensukseskan terobosan e-learning yang telah mulai menjadi “the new normal”. Sukses untuk KLHK.

15 Mei 2020

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *