Tabayun.Id, JakartaKembalikan Ke Koperasi – KRPB Tolak Jual Bank Bukopin ke Korea.

Upaya Perusahaan Perbankan KB Kookmin menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Bukopin TBK ternyata tak mudah yang diperkirakan.

Berbagai penolakan terus bermunculan setelah adanya rencana tersebut, salah satunya dari Ketua Asosiasi Koperasi -Indonesia, Ferry Juliantono yang juga mewakili berbagai Koperasi di Tanah Air.

Upaya penolakan tersebut juga datang dari berbagai Masyarakat dan Mahasiswa yang hari ini lakukan unjuk rasa didepan Gedung Kantor Kementerian Keuangan dan OJK, dikawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat Siang, 24/7/2020.

Aksi dilakukan dari dua kelompok masyarakat – beberapa nasabah Bukopin dan mahasiswa yang diikuti hampir seribu orang.

Nampak massa ikuti jalannya aksi dengan tertib yang dipandu oleh masing – masing Korlap diatas mobil komando melalui pengeras suara.

Dalam aksi tersebut, TB. Fahmi, korlap KOMITE RAKYAT PENYELAMAT BUKOPIN (KRPB)
menyampaikan statemen keras kepada Pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan dan OJK yang terkait langsung proses akuisisi Bank Bukopin kepada pihak Asing.

“Saat ini, Kookmin Bank asal Korea memiliki 22% saham Bank Bukopin, mereka menyatakan ingin
membeli 67% saham Bukopin saat melakukan proses penambahan modal tanpa hak memesan
efek terlebih dahulu. Kookmin Bank yang memperbesar kepemilikan saham di PT Bank
Bukopin Tbk menjadi mayoritas, menuai beragam pandangan dari berbagai pihak,” tegas Korlap di atas mobil komando disambut yel – yel tolak jual Bukopin ke Asing oleh ratusan massa aksi.

Nampak massa aksi sambil membentangkan berbagai spanduk dan poster bertulis kritikan kepada Menkeu Sri Mulyani dan Presiden Jokowi menyimak orasi terkait seputar kemelut Bukopin.

Menyambung statemennya, Korlap ingatkan Pemerintah agar membatalkan hasil RUPS Bank Bukopin tersebut karena akan merugikan bangsa dan negara Indonesia. Kita tak akan mandiri jika semua sektor strategis dikuasai asing, padahal tujuan Indonesia Merdeka adalah ingin wujudkan bangsa negara yang merdeka, mandiri dan berwibawa, tegas Fahmi.

Dari berbagai pemberitaan di media, terungkap bahwa ada beberapa induk koperasi yang memiliki saham di Bank Bukopin. Koperasi siap
mengucurkan dana agar saham mayoritas Bukopin tidak terlepas ke pihak asing. Kami sangat
menyesalkan apabila Bank Bukopin sampai diakuisis oleh asing. Ini bertentangan dengan salah
satu program nawacita Jokowi melindungi aset bangsa untuk meningkatkan kemandirian
ekonomi.
Beberapa Induk Koperasi memiliki saham di bank ini (Bukopin). Kami minta pemerintah
membatalkan hasil RUPS bank bukopin yang memberikan saham sebesar 51% kepada pihak
Korea dan mengintervensi pembelian saham tersebut dengan anggaran penyehatan perbankan,
sehingga menjadi pemegang saham pengendali. Induk koperasi secara persisten menginginkan
Bukopin tetap dimiliki pihak dalam negeri. Sebab, jika menilik ke belakang, bank tersebut
didirikan untuk membangun koperasi di Tanah Air. Peran pemerintah sangat penting untuk
menyelamatkan Bank Bukopin, demi menjaga kepentingan koperasi dan UMKM di Tanah Air.
Koperasi adalah soko guru nasional
Semua kegiatan perbankan harus sesuai dengan UU perbankan dan payung hukum, kalau perlu
ada surat edaran OJK. Ojk harus mengawasi ketat jangan ada relaksasi peraturan.

Berikut Statemen tintutan KOMITE RAKYAT PENYELAMAT BUKOPIN (KRPB) terkait akuisisi Bank Bukopin.

1. Menkeu Jangan Jual Bukopin Kepada Asing.
2. Menkeu jangan berpihak dengan asing.
3. Menkeu Pertahankan Saham Pemerintah di Bank Bukopin.
4. Presiden Perintahkan Menkeu jaga kepentingan nasional.
5. Bank Bukopin milik nasional serahkan kepada Koperasi. (Agt)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *